
Jajanan di Makkah selalu memberi pengalaman seru bagi jamaah umrah. Setiap sudut kota ini menghadirkan camilan khas Arab yang aromanya menggoda dan rasanya unik. Jamaah bisa menemukan banyak pilihan jajanan di area sekitar Masjidil Haram, pusat belanja, atau sepanjang jalur hotel. Selain itu, jajanan tersebut membantu jamaah mengisi energi setelah menjalankan ibadah. Karena itu, wisata kuliner ringan menjadi bagian perjalanan yang menyenangkan dan selalu membekas.
Pedagang lokal memasak mutabbaq setiap hari dan menyajikannya dalam kondisi panas. Jajanan ini menampilkan kulit renyah dengan isian telur, daging cincang, atau sayuran berbumbu. Jamaah sering memilih mutabbaq karena rasanya gurih dan porsinya besar. Selain itu, banyak penjual menjualnya dengan harga terjangkau di sepanjang Ajyad, Misfalah, dan Jarwal.
Luqaimat hadir sebagai camilan manis yang selalu mencuri perhatian. Penjual menggoreng bola-bola kecil ini hingga permukaannya renyah, lalu mereka menyiramnya dengan madu atau sirup kurma. Teksturnya lembut, aromanya wangi, dan rasanya legit. Jamaah biasanya membeli luqaimat sebagai camilan sore setelah shalat Ashar.
Penjual sambosa Arab menyiapkan adonan tipis, lalu mengisinya dengan daging sapi, ayam, keju, atau kentang berbumbu. Setelah itu, mereka langsung menggorengnya hingga renyah. Rasanya ringan sehingga jamaah bisa menikmatinya sambil berjalan menuju Masjidil Haram. Selain itu, harga sambosa sangat bersahabat.
Toko-toko di sekitar Haram memanggang kacang almond, pistachio, atau kacang tanah dengan suhu tepat sehingga menghasilkan aroma yang kuat dan rasa gurih. Banyak jamaah membeli kacang panggang sebagai camilan perjalanan atau oleh-oleh. Selain murah, kacang ini juga tahan lama dan mudah dibawa.
Banyak toko roti menyiapkan Roti Suryani setiap pagi. Mereka mengisi roti ini dengan keju lembut atau krim manis. Teksturnya lembut dan cocok untuk sarapan cepat sebelum jamaah berangkat menuju Masjidil Haram saat Subuh.
Penjual jus di Makkah selalu mem-blender buah segar saat ada pesanan. Karena cuaca Makkah cukup panas, banyak jamaah memilih jus delima, mangga, lemon mint, atau alpukat untuk mengembalikan energi. Minuman ini terasa sangat menyegarkan setelah menjalankan rangkaian ibadah.
Toko dessert lokal memanggang kunafa setiap hari. Camilan ini menampilkan adonan tipis renyah dengan isian keju meleleh. Setelah matang, mereka menyiramnya dengan sirup manis yang memberikan rasa khas. Banyak jamaah menjadikan kunafa sebagai hidangan penutup setelah makan malam.
Banyak toko menjual cokelat Arab yang berisi kurma atau kacang. Selain itu, mereka menyediakan manisan kurma dengan berbagai varian rasa. Jamaah biasanya membeli camilan ini sebagai oleh-oleh karena rasanya manis lembut dan mudah dibawa pulang.
Untuk menjaga kesehatan selama ibadah umrah, jamaah bisa mengikuti beberapa tips berikut:
Pilih penjual yang ramai dan bersih.
Ambil jajanan dalam kondisi panas.
Minum air putih setelah menyantap makanan manis.
Bawa tisu basah atau hand sanitizer.
Konsumsi makanan secukupnya agar tubuh tetap stabil.
Dengan tips sederhana ini, jamaah bisa menikmati jajanan khas Makkah tanpa mengganggu kenyamanan ibadah.
Jajanan di Makkah menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan menggugah selera. Setiap jajanan membawa cita rasa khas Arab yang sulit ditemukan di negara lain. Dengan banyaknya pilihan dan harga yang ramah di kantong, jamaah bisa menikmati camilan lezat sambil tetap fokus menjalankan ibadah umrah.


Jl. Percetakan Negara VI No.18, RT.5/RW.3, Rawasari, Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570
Tlp. 082223727999
Email : cs@salmatour.co.id
Copyright @ 2023 Salma Tour – Umroh Murah, Hotel DekatΒ byΒ DIM Kreatif
Salma Tour - Umroh Murah, Hotel Dekat